Ternyata Ini ‘RUMUS’ Angelina Sondakh Soal Jodoh yang Didapat di Penjara, Surat Cerai Dibuat Lagu yang Viral

Baru bebas setelah 10 tahun dipenjara karena kasus korupsi wisma atlet, Angelina Sondakh tiba-tiba membahas tentang jodoh.

Bahkan, mantan istri mendiang Adjie Massaid ini sudah punya rumus untuk bisa mendapatkan jodoh yang baik dan mau menerima apa adanya.

Hal ini terungkap dalam percakapan Angie-sapaan Angelina Sondakh dengan teman mantan sesama napi di Lapas Pondok Bambu yang kini bekerja bersamanya, Rahma alias Mak Goblek.

Dalam video yang diunggah di channel youtube Keema Entertanment tampak Mak Goblek meminta Angie untuk memainkan piano lagu yang sering dinyanyikan saat di penjara.

Akhirnya meluncurlah lagu berjudul ‘Manusia Apakah Kamu’ ciptaan Angie yang dinyanyikan mereka bersama Marry, teman lainnya.

Ternyata di balik lagu itu ada cerita sedih yang dikenang Angie.

Ceritanya saat itu ada seorang napi tamping gereja yang dibon (istilah dipanggil keluar) register.

“Dia lari dari blok A. Dia pikir mau dibon bebas.

Setelah itu dia pulang nangis terus dari register langsung masuk kamar. Ternyata dia mendapatkan surat cerai,” ungkap Angie.

Napi ini lalu curhat ke Angie hingga akhirnya dibuatlah lagu itu dan viral dinyanyikan para penghuni lapas.

Dari sini, fakta terungkap jika para penghuni lapas perempuan Pondok Bambu ini banyak yang menerima surat cerai ketika di penjara.

Mendengar cerita itu, Rahma langsung nyeletuk.

“Makanya itu, gue gak percaya dengan laki-laki. Elu aja yang sabar beb,” kata Rahma kepada Angie.

Angie lalu menasehati Rahma.

“Elu gak boleh nyalahin laki-laki. Namanya kita dipenjara, kita bisa apa,” ujar Angie.

Rahma kembali menyebut jika Angie adalah perempuan kuat, bahkan dia tidak menyangka mantan Puteri Indonesia 2001 ini bisa sekuat itu ketika disakiti laki-laki.

Hanya saja, Rahma tidak menyebut siapa lelaki yang telah menyakiti sahabatnya itu.

“Gue gak sekuat elu beb. Elu bisa sabar. Kalau gue gue balas, pasti dada nyesek gue masih tetep,” sahut Rahma.

Saat itulah Angie menasehati Rahma tentang jodoh yang baik.

Menurut dia hanya ada satu rumus untuk mendapatkan jodoh yang baik.

“Kalau elu mau dapat jodoh baik, yang bisa menerima elu apa adanya dalam keadaan terpuruk sekalipun.

Ternyata gue pelajari di penjara cuma satu rumusnya, lu ambil sajadah, jam 3 subuh elu bangun, lu tahajud, lu doa. Atau gak elu istikharah,” pesan Angie.

Jawaban Angie ini pun langsung dipuji Rahma.

“Makanya gue bingung, elu bisa sabar, gak nyangka lho si bebeb bisa sabar,” sahut Rahma.

Angie pun melanjutkan nasehatnya.

“Bahagia itu gak mesti elu punya suami. Marry kebahagiaan ada di anaknya,” ujar Angie menunjuk satu temannya lagi.

Simak Videonya Disini :

(Kanan) Pernikahan Raden Brotoseno dan Angelina Sondakh (Kiri) Angelina Sondakh di sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat

Seperti diketahui, Angelina Sondakh menikah resmi dengan aktor Adjie Massaid pada 29 April 2009.

Dari pernikahan mereka lahirlah Keanu Jabaar Massaid yang lahir pada 9 September 2009.

Setelah kelahiran Keanu, Angelina telah selanjutnya mengalami dua keguguran, termasuk salah satu tiga hari, setelah meninggalnya Adjie pada 5 Februari 2011.

Setelah namanya disebut terkait korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang dan dipanggil KPK untuk dimintai keterangan, namanya mulai dikaitkan menjalin asmara dengan seorang penyidik di KPK berininsial Raden Brotoseno.

Hubungan asmara keduanya sempat berujung dengan pernikahan siri.

Sebelum menikah siri dengan Angelina Sondakh, Brotoseno pernah menikah dengan Dr. Yanti Miranda Sari pada 2003-2011.

TIdak diketahui pasti alasan hubungan mereka akhirnya berakhir.

Kabar yang ramai justru terkait penangkapan Raden Brotoseno oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri karena diduga memeras Rp 3 miliar.

Brotoseno diduga memeras tersangka kasus dugaan korupsi cetak sawah yang tengah diproses.

Brotoseno dianggap telah mencederai nama baik aparat penegak hukum.

Terlebih, dirinya pernah bertugas sebagai penyidik di KPK.

Pada Juni 2017 Raden Brotoseno divonis hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Brotoseno disebut terbukti bersalah menerima suap.

Hakim menilai Brotoseno telah menerima uang terkait penundaan pemeriksaan Dahlan Iskan dalam kasus cetak sawah. Uang itu berasal dari pengacara Harris Arthur melalui Lexi Mailowa.

Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa, yaitu hukuman pidana 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 6 bulan.

Brotoseno dituntut melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat 2 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Sumber : surabaya.tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.