Terjun ke Dunia Sepak Bola, Prilly Latuconsina Awalnya Gemas Lihat Indonesia Gagal Juara AFF

Prilly Latuconsina tercatat menjadi artis perempuan pertama yang terjun ke dunia sepak bola dengan mengakusisi klub Persikota Tangerang.

Meski dikenal sebagai sosok perempuan yang suka hal-hal baru, namun siapa sangka seorang Prilly Latuconsina yang masih berusia 25 tahun berani terjun ke sepak bola.

Apalagi, klub yang diakuisisi itu hanya berkompetisi di kompetisi kasta ketiga, Liga 3 Indonesia.

Masuknya Prilly Latuconsina menambah daftar artis yang menjadi pemilik klub.

Sebelumnya ada Raffi Ahmad dengan klubnya RANS Cilegon FC dan Atta Halilintar sebagai pemilik AHHA PS Pati.

Prilly membeberkan fakta menarik di balik keberaniannya mengurusi sepak bola dan memilih Persikota sebagai tempatnya menjatuhkan pilihan.

Ia mengaku memperhatikan dan mengevaluasi kekurangan Timnas Indonesia saat mengikuti Piala AFF di Singapura hingga gagal merebut gelar juara.

Ia ingin terjun langsung berkontribusi merapikan kekurangan hingga melahirkan pemain Indonesia berkualitas dari klub.

“Kemarin saya juga nonton Piala AFF dimana kita (Indonesia) belum bisa menang. Terus saya orangnya suka evaluasi kenapa belum bisa menang. Untuk memajukan sepak bola, apa yang harus dibenahi? Oh iya ternyata grassroot-nya dulu, klub-klub sepak bolanya dulu yang berprestasi lalu melahirkan pemain berkualitas, bertalenta untuk Timnas kita. Ujung-ujungnya bisa membanggakan di laga internasional,” ujarnya setelah launching tim Persikota di Tangcity, Jumat (4/2/2022).

Lanjutnya, dirinya pun tertarik untuk menjatuhkan pilihan pada Persikota Tangerang, klub berjuluk Bayi Ajaib.

Jika Bayi Ajaib telah ada, maka Prilly pun mau menjadi Ibu Ajaib untuk Persikota Tangerang.

“Mengapa Persikota? Saya itu tidak mau setengah-setengah. Pokoknya kalau sudah mengambil kerjaan harus 100 persen komitmen. Nah, Persikota ini paling dekat dengan kediaman saya. Saya tinggal di Tangerang, sehingga dari segi waktu, saya bisa luangkan waktu. Pulang shooting bisa meeting, melihat mereka latihan, dan saya lebih mudah mengontrol langkah Persikota,” katanya.

Menurut Prilly, Persikota yang bermain di Liga 3 tepat untuk mempelajari proses sebuah tim.

Mengingat dirinya baru menggeluti sepak bola, ia enggan langsung mengambil klub Liga 1 Indonesia demi mencari popularitas di sepak bola dengan cara instan.

“Makanya itu saya memilih liga 3. Saya mau tahu prosesnya dari liga 3 ke liga 2, dan liga 2 ke liga 1 bagaimana,” terangnya.

Ia pun ingin bangkit bersama dengan Persikota Tangerang.

Lantas, sebagai pemilik klub, Prilly Latuconsina mengaku telah siap menggelontorkan dana hingga miliaran.

Bahkan dirinya telah punya perencanaan jika timnya gagal lolos ke liga 2.

“Yang penting tim kompak berjuang, jika gagal, gimana kami bisa bangkit kembali,” sambungnya.

Untuk membakar semangat timnya, dalam launching tim, dirinya sampai mengusung tema Persikota Reborn.

Dimana artinya dirinya telah hadir di Persikota untuk membangkitkan klub tercinta Kota Tangerang ini.

Sumber : bogor.tribunnews

Leave a Reply

Your email address will not be published.