‘Aku Tidak Bisa Seperti Kamu’ Pesan Terakhir Maura ke Nurul Arifin, Lelah Tak Bisa Penuhi Harapan

Nurul Arifin membongkar pesan terakhir dari putrinya, Maura Magnalia Widyaratri. Almarhum sempat mengeluh lelah karena belum bisa memenuhi harapan Nurul Arifin.

Kepergian Maura Magnalia Widyaratri memang cukup mengejutkan.

Putri sulung dari Nurul Arifin tersebut ditemukan tak sadarkan diri di meja makan rumahnya pada Selasa, 25 Januari 2022.

Maura Magnalia kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Sayang, nyawanya tak tertolong.

Maura meninggal karena mengalami henti jantung.

Jenazah Maura kemudian dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat pada Rabu, 26 Januari 2022.

Maura Magnalia, putri sulung Nurul Arifin meninggal dunia

Nurul Arifin tak mampu menutupi rasa kehilangan.

Ia tak menampik sempat merasakan firasat sebelum putrinya itu berpulang.

Nurul mengaku sempat didatangi almarhum ibunya lewat mimpi.

“Firasatnya saya mimpi didatangi ibu saya.

Tapi saya enggak tahu itu ke Maura hubungannya. Ibu saya tuh ngajak-ngajak pergi tapi saya enggak tahu kalau itu akhirnya ke Maura,” kenang Nurul seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Intens Investigasi, Kamis 27 Januari 2022.

Selain firasat, Nurul juga membongkar pesan terakhir dari Maura.

Ia menyebut putrinya itu sempat masuk kamarnya dan mengeluh capek.

Maura capek karena belum bisa memenuhi harapan Nurul.

“Kalau pesan terakhir sih dua malam sebelum terjadi ini (meninggal) dia datang ke kamar saya.

Dia bilang ‘Mother, I’m tired. Aku tidak bisa memenuhi harapan kamu’.

Maura Magnalia sempat mengeluh kepada Nurul Arifin

Terus saya bilang harapan aku apa, (Maura jawab) ‘Ya aku tidak bisa seperti kamu, enggak bisa seperti adikmu, enggak bisa membahagiakan kamu’,” ungkap Nurul.

Pada momen itu Nurul meminta Maura untuk tidak memikirkan hal tersebut.

Ia juga mengingatkan agar tidak membandingkan diri dengan orang lain.

“Saya bilang jangan dibandingkan, setiap orang kan beda,” lanjutnya.

Nurul juga sempat masuk ke kamar Maura.

Ia memeluk dan membangunkan putrinya tersebut.

“Hari Minggu dia belum bangun, saya masuk ke kamar dia, saya peluk saya ajak makan.

Dia itu kalong ya, kalau siang tidur, kalau malam baru bangun.

Jadi terbalik dunianya,” terang Nurul.

Nurul Arifin Sempat Rasakan Ketakutan

Maura Magnalia Widyaratri meninggal pada Selasa, 25 Januari 2022.

Putri sulung dari mantan pemain film yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin itu meninggal akibat mengalami henti jantung.

Nurul Arifin dan sang suami, Mayong Suryo Laksono sempat memberikan keterangan kepada awak media.

Mereka mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian Maura.

“Kami jelas merasa kehilangan.

Kami punya anak dua ya, Maura dan Dimel. Jadi sekarang anak kami tinggal satu.

Namun saya yakin apa yang Maura hadapi sekarang adalah yang terbaik dari Tuhan,” ungkap Nurul seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube KH INFOTAINMENT, Rabu 26 Januari 2022.

Nurul Arifin beber firasat sebelum putrinya meninggal

Beberapa waktu terakhir Maura memang tengah sibuk mempersiapkan wisuda.

Ia juga mulai melamar pekerjaan.

“Kalau sebab penyakitnya adalah henti jantung. Kami bawa ke RS jam 05.00 WIB pagi, dinyatakan meninggal 05.37 WIB jadi sempat ada waktu 37 menit tapi tidak tertolong.

Mungkin karena kondisinya lagi drop, dia tidur, dia lagi ngurus wisudanya dari Sydney University, baru selesai S-2.

Wisudanya belum tahu boleh atau tidak ke Australia karena masih lockdown, dia juga melamar kerja, mungkin karena stres beberapa hari tidak tidur,” papar Mayong.

Nurul pun sempat disinggung mengenai firasat sebelum putrinya meninggal.

Ia mengaku sempat ketakutan.

Pemain film Si Kabayan dan Gadis Kota tersebut merasa harus terus mendampingi Maura.

“Firasatnya sih saya dalam beberapa hari ada ketakutan-ketakutan ‘Gimana Maura? Gimana Maura?’.

Karena harus didampingi terus dalam masa rentan seperti itu, labil.

Saya merasa harus mendampingi terus padahal kerjaan juga jalan terus.

Namun apa yang tadi malam terjadi rasa-rasanya sekarang ini sudah yang terbaik yang Maura dapatkan.

Mungkin yang menjadi tujuannya juga, tidak ingin membebani semua orang.

Saya berharap dia sudah menemukan surganya,” terang Nurul.

 

(TribunStyle.com/Febriana)

Leave a Reply

Your email address will not be published.