Wisata Alam Bukit Bejagan, Buah Tangan Kreativitas Anak Muda Desa Tempur Jepara

  • Share

Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang tersebar di setiap wilayahnya. Sebut saja, wisata pegunungan hingga wisata pantai adalah dua dari banyaknya jenis wisata yang ada di bumi nusantara.

Sama seperti yang ada di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah ini. Bertempat di lereng kaki Gunung Muria, desa ini menyimpan sebuah tempat wisata dengan balutan keindahan alam.

Namanya adalah Wisata Alam Bukit Bejagan.

Tempat satu ini menyajikan pemandangan berupa pepohonan rimbun dan hamparan sawah hijau. Tak ayal, Bukit Bejagan jadi tempat favorit para wisatawan.

“Di sini pemandangan bagus. Udaranya juga segar,” cerita Umam (18), seorang wisatawan, usai berfoto di Wisata Alam Bukit Bejagan.

Dirinya datang bersama tiga orang temannya dengan membawa sepeda motor. Meski rute jalan ke wisata tersebut harus dilalui di jalan belum beraspal, Umam mengaku merasa puas saat tiba di atas bukit.

“Rasa hilang selama perjalanan terbayarkan saat lihat pemandangan di sini,” imbuhnya.

Dia menceritakan, awalnya ia tahu tempat tersebut setelah diberi tahu temannya.

Kemudian ia mencari lokasi tersebut di media sosial dan menemukan berbagai foto apik di Bukit Bejagan.

Tak lama kemudian, ia langsung merencanakan berwisata alam di sana.

Inisiasi para pemuda setempat

Kepala Desa Tempur Mariyono mengatakan, tempat wisata Bukit Bejagan diprakarsai oleh pemuda Dukuh Duplak.

Tepat pada 2017 lalu, sejumlah anak muda membuat berbagai spot foto yang menjadikan keindahan alam Desa Tempur sebagai lanskapnya.

“Wisatawan yang datang ke sini bisa ke Gardu Pandan, Rumah Pohoh, Rumah Sangkar Burung. Ada juga kuliner yang menyediakan kopi tempur yang jadi produk unggulan,” tutur Mariyono.

Lebih lanjut, Mariyono mengakui hingga kini pengelolaan wisata tersebut memang belum maksimal karena terkendala banyak faktor. Salah satunya adalah pandemi Covid-19 yang menghantam sejak dua tahun lalu.

Akibatnya, Wisata Alam Bukit Pejagan pun harus sepi dari pengunjung dan wisatawan.

Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa sejumlah tempat wisata di Bukit Pejagan tak diperhatikan dan butuh sentuhan perbaikan serta polesan.

Tujuannya, untuk menarik kemabli minat wisatawan.

“Padahal sebelum pandemi dalam dua tahun sudah ada 20 ribu pengunjung,” katanya.

Mariyono berharap di tengah kelonggaran aturan untuk sektor wisata ini bisa membangkitkan lagi wisata di Desa Tempur tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan dalam berwisata.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *