Tak Pernah Konflik, Begini Cara Pak Tarno Bagi Jatah untuk 2 Istri, Istri Mudanya Beda Usia 30 Tahun

  • Share

 

Sosok pesulap tradisional Pak Tarno mengundang rasa penasaran banyak orang.

Seperti yang diketahui, Pak Tarno ini dalam melakukan aksi sulapnya selalu tampil dengan jenaka yang membuat penonton terhibur.

Kehidupan Pak Tarno ini pun sering jadi sorotan.

Bagaimana tidak, di usia 69 tahun Pak Tarno ini memiliki istri muda yang jaraknya terpaut 30 tahun dengan dirinya.

Usut punya usut, wanita cantik yang berhasil meluluhkan hati Pak Tarno ini rupanya berprofesi sebagai pramugari.

Pak Tarno dan istri mudanya pramugari Sri Rahayu

Pesulap bernama lengkap Sutarno ini memberberkan pertemuan pertamanya dengan sang istri muda.

Rupanya pertemuan pertamanya ini berawal dari meminta foto bersama.

Setelah itu, mereka pun makin intens berkomunikasi dan menjalin hubungan pacaran.

Istri Muda Pak Tarno
Pak Tarno dan istri mudanya ini kemudian diketahui melangsungkan pernikahan pada 2013 dan kini sudah dikaruniai seorang anak.

Sebelum menikah dengan sang pramugari cantik, Pak Tarno ini sudah memiliki seorang istri.

Istri Pak Tarno Pramugari

Kendati begitu lewat tayangan di kanal YouTube Kabar Info yang diunggah pada Jumat (22/11/2019), Pak Tarno ini akui jika istri tua dan istri mudanya memang tak tinggal bersama dalam satu rumah.

“Tinggal di mana pak? disatuin sama istri pertama?” tanya seorang wartawan yang bertanya pada pak Tarno.

“Ya enggaklah, ya malu lah, tinggal di Jakarta,” ucapnya.

Pak Tarno juga akui kalau dirinya harus pintar-pintar membagi waktu hingga kedua istrinya merasa adil dan tidak iri.

“Bagi waktunya kan syuting berarti lagi syuting di mana gitu, nanti pas lagi pulang oh istri yang ini, berarti besok istri yang ono gitu,” ucap pak Tarno.

”Oh yang ini lagi gak sering berarti lagi sama yang ono (istri lainnya), jadi ganti-ganti gitu. Tapi kalau lagi syuting terus ya enggak,” tambahnya.

Karena tak tinggal dalam satu rumah inilah yang jadi alasan kedua istri Pak Tarno ini tak pernah berkonflik.

“Ya akur, karena gak pernah campur,” jelas pak Tarno.

“Jadi dibeliin rumah masing-masing pak Tarno?” tanya seorang wartawan penasaran.

“Iyalah, misal satu rumah saya juga nggak enak lah, campur satu rumah ya nggak enak kita-nya lah, malu,” jawab pak Tarno tegas.

Ketika ditanya apakah Pak Tarno saat itu diizinkan istri pertamanya nikah lagi, ia pun blak-blakan akui sang istri sudah mengiyakannya.

“Dia-nya (istri pertama) ngomongnya gini ya sama orang suaminya artis ya resiko lah gitu,” ucap pak Tarno menirukan sang istri.

“Bilangnya resiko kan berita nerima gitu,” tutup pak Tarno.

Sosok Pak Tarno

Pak Tarno dan istri cantiknya -

Pak Tarno memiliki nama asli Sutarno.

Ia lahir pada 6 September 1950, di Losari, Brebes, Jawa Tengah.

Pria yang kini jadi selebritis ini, pada masa kecilnya hidup serba kekurangan.

Ayahnya meninggal dunia saat Pak Tarno masih kecil.

Sedangkan sang ibu meninggalkannya saat dia berusia 3 tahun.

Pak Tarno kemudian diasuh oleh neneknya.

Saat kecil, dia sering diledek teman-temannya karena tidak memiliki orangtua.

“Emang orang susah saya dulunya, enggak punya orangtua, enggak sekolah, sebatang kara, bapak meninggal mama saya kabur,” ujar Pak Tarno dikutip dari YouTube Talk Show tvONE.

Pak Tarno kemudian pergi seorang diri ke Jakarta.

Saat itu usia Pak Tarno baru sekitar 10 tahun.

Hidup susah di kampungnya, Pak Tarno mencoba mengadu nasib di Ibu Kota.

Ia nekat naik kereta barang karena tidak memiliki biaya yang cukup.

Kereta barang itu biasa digunakan untuk mengangkut kayu dan sapi.

“Dari Jawa sampai Jakarta, seminggu baru sampai, mana saya enggak bawa duit kan ya,” kenang Pak Tarno.

Di Jakarta, Pak Tarno awalnya menjadi penjual minyak tanah keliling.

Kemudian dia berjualan martabak telur.

Untuk menarik minat orang, Pak Tarno menunjukkan sedikit keterampilannya bersulap.

Ternyata ‘strategi’ Pak Tarno berhasil.

Banyak anak mendatangi tempat Pak Tarno jualan martabak telur.

Ikut ajang pencarian bakat

Pak Tarno dan istrinya.

Setelah beberapa lama mengadu nasib jualan martabak telur di Jakarta, Pak Tarno mencoba ikut ajang pencarian bakat.

Keterampilan sulap yang dimilikinya jadi ‘pintu masuk’ untuk mengikuti ajang tersebut.

Ajang pencarian bakat yang diikuti Pak Tarno saat itu bertajuk The Master Season 3.

Ide untuk mengikuti ajang pencarian bakat The Master Season 3 ini berasal dari tetangganya yang merasa kasihan pada pak Tarno.

“Mang Tarno ikut The Master, sulapnya bagus, coba ayo,” kata Pak Tarno menirukan ucapan tetangganya saat itu.

Bayaran pertama sebagai pesulap

Sebelum menjadi terkenal, Pak Tarno sebagai pesulap dibayar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 untuk sekali tampil.

Tapi ketika sudah terkenal, honor sekali tampilnya bisa mencapai Rp 26 juta.

“Saya juga kaget, saya ngimpi apa beneran sih, kok bisa megang duit segitu banyak,” kata Pak Tarno lagi.

Sukses sebagai pesulap Karena penampilan uniknya, banyak orang menggunakan jasa penampilan Pak Tarno.

Menurut pengakuannya, dari bermain sulap dia sudah bisa membeli motor, mobil, rumah dan sawah.

Diisukan bangkrut

Cuplikan video pesulap Pak Tarno jalan kaki sambil menenteng tas.

Pak Tarno pernah diisukan bangkrut setelah video dirinya berjalan kaki di pinggir jalan viral di media sosial.

Penampilan Pak Tarno di dalam video yang beredar menjadi sorotan warganet.

Pasalnya, Pak Tarno tampak mengenakan baju sederhana bermotif loreng sambil membawa tas berwarna biru.

Ia terlihat seperti tengah mencari sesuatu dengan menatap layar HP kemudian memperhatikan sekelilingnya.

Alhasil, tak sedikit yang merasa iba melihat kondisi Pak Tarno saat itu.

Akan tetapi, tidak seperti anggapan orang-orang, ternyata Pak Tarno tidaklah bangkrut.

“Kenapa saya ketemu orang begituan. Kok bisa ketemu saya begitu dibilangnya bangkrut,” kata Pak Tarno dikutip dari kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL, Jumat (26/2/2021).

Pesulap yang melejit lewat The Master: Season 3 ini menjelaskan, saat itu dirinya tengah menunggu jemputan mobil.

“Ya itu lagi nunggu jemputan (mau syuting),” lanjutnya.

Selain syuting, Pak Tarno diketahui suka membantu menyembuhkan seseorang yang sedang sakit.

“Itu di tas itu rambut, sarung mau mengobati (orang),” ujar Pak Tarno.

Ia menyebut jika dirinya masih punya beberapa harta benda seperti rumah, mobil dan motor.

 

(*/ Tribun-Medan.com)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *