Kesombongan Baim Wong Berbuah Menjadi Petaka, Suami Paula Kini Gantian ‘Ngemis’ Maaf dari Kakek Suhud: Dendam

Nama Baim Wong belakangan ini heboh jadi pemberitaan.

Setelah diduga menghina seorang kakek tua, Baim Wong harus telan pil pahit dihina oleh netizen.

Baim Wong bahkan harus menerima ‘ditinggal’ oleh fansnya.

Banyak orang yang kecewa membuat Baim Wong akhirnya angkat bicara.

Dalam pengakuannya, Baim Wong meminta maaf dan berjanji akan bertemu dengan kakek Suhud secara langsung untuk meminta maaf.

Rupanya herapan Baim Wong untuk bertemu dengan kakek Suhud akhirnya tercapai.

Momen pertemuan Baim dengan Kakek Suhud diabadikan sebuah akun Instagram, @gerakmenebarkebaikan.

“Alhamdulillah Apa yang diharapkan bisa terwujud oleh kakek Suhud.

Hari ini alhamdulillah kami bisa mendampingi kakek Suhud untuk bertemu dengan kak @baimwong,”

Pertemuan penuh haru bahagia, tidak ada dendam, tidak ada amarah.

Hanya ada kata saling memaafkan dan kebaikan dalam pertemuan ini,” dalam keterangan di akun tersebut.

Dalam foto yang beredar, Baim Wong dan kakek Suhud tampak begitu bahagia.

Wajahnya tersenyum ke ketika berfoto bersama.

Itu menandakan, keduanya sudah sepakat untuk saling berdamai.

Baim Wong dan Kakek Suhud akhirnya bertemu kembali

Sebelumnya, Pakar ekspresi menyoroti cara artis Baim Wong bagikan uang kepada driver ojek online (ojol) di hadapan Kakek Suhud.

Pakar ekspresi, Kirdi Putra menilai cara yang dilakukan Baim Wong tersebut tidak bijak.

Lantas saat disinggung soal arogansi, ia memberikan tanggapan lain.

Hal itu ia sampaikan dalam tayangan YouTube KH Infotainment, Rabu (13/10/2021).

Dikatakan, arogansi seseorang tidak dapat terbaca melalui mikro ekspresi.

Namun Kirdi sempat membaca ada ekspresi marah pada wajah Baim.

Pun ia menegaskan, cara suami Paula Verhoeven memberi teguran ke Kakek Suhud dengan membagikan uang pada ojol tidaklah bijak.

“Arogansi itu nggak bisa kelihatan di dalam mikro ekspresi, yang ada adalah dia marah dan cara yang dia lakukan buat saya nggak bijak, ini opini saya pribadi,” ujar Kirdi.

Dalam kasus tersebut, Kirdi menguraikan sejumlah fakta yang terjadi.

Mulai dari Baim diikuti oleh sang kakek, hingga Kakek Suhud berusaha menujukkan sebuah barang jualannya.

“Faktanya adalah ada orang yang ngikutin, fakta berikutnya bahwa orang itu ngomong sama Baim, fakta ketiga adalah dia berusaha menunjukkan sesuatu kantong plastik warna hitam di motornya,” papar Kirdi.

Lalu, menurut Kirdi, Baim beranggapan Kakek Suhud meminta uang atau mengemis.

“Berdasarkan fakta-fakta ini kita melihat bahwa Baim langsung berkesimpulan orang ini ngemis, bahwa orang ini minta duit, bahwa orang ini caranya salah. Itu opininya Baim,”

Meskipun begitu, Kirdi tidak mau langsung menyalahkan satu pihak.

Ia berusaha melihat kondisi dari pihak Baim dan Kakek Suhud saat kejadian.

“Apakah kemudian bapak itu salah dan Baim itu benar? jawabannya tidak,”

“Kita fair, (menilai) dua pihak ini harus fair, si bapak ini kita nggak tahu kondisinya, Baim kita nggak bisa tahu kondisinya,” tutur Kirdi.

Sumber: Sripoku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *