Jika Kau Lelaki Sejati Harusnya Kau Berani Mengetuk Pintu Rumahnya, Bukan Jendela Kamarnya

Lelaki itu harusnya lebih mempunyai rasa tanggung jawab, jangan hanya omongan doang yang laki, tapi janji mulu yang diberikan.

Wanita itu bukan sebuah mainan, yang dapat kau ikat hanya dengan kata-kata, maka bila kau mengaku dirimu adalah lelaki sejati dan setia harusnya kau berani mengetuk pintu rumahnya, bukan jendela kemarnya.

Mencintalah dengan jalan yang baik dan benar, jangan seperti kucing yang hendak mencuri ikan dirumah orang lain. Wanita yang kau cintai itu punya orangtua, maka beranilah mendatanginya untuk meminta restu dalam ikatan yang halal.

Jangan Mengaku Dirimu Lelaki Sejati, Bila Mendatangi Walinya Saja Masih Banyak Alasan

Jangan mengaku dirimu lelaki sejati, bila mendatangi walinya saja masih banyak alasan. Sebab tak sedikit lelaki jaman sekarang yang bercintanya iya mau.

Tapi untuk menghadap orangtuanya masih saja ragu-ragu dan takut. Itu artinya si pria cuma ingin main-main saja dan tidak mau tanggung jawab.

Cinta Itu Butuh Keberanian, Bukan Hanya Adem Ayem Dengan Janji Manis Yang Tak Berujung

Ketahuilah, cinta itu butuh yang namanya keberanian, bukan hanya adem ayem dengan janji mans yang tak berujung. Beranikanlah kau bertanggung jawab sampai akahir, agar setiamu tak perlu dipertanyakan lagi.

Karena setia itu bukan hanya tentang kata-kata, tapi tentang tindakan mulia yang berarti kau telah memastiakannya menjadi milikmu.

Cinta Itu Butuh Kepastian, Maka Bila Memang Cinta Pastikan Kau Meminta Restu Ayahnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *