Dituding jadi Penghambat Karier Warkopi, Indro Warkop Minta Maaf: Ini Sudah Terjadi dan Ada Hukumnya

Perseteruan antara Warkop DKI dan Warkopi masih terus berlanjut.

Seperti diketahui, Warkopi merupakan grup yang beranggotakan Alfin, Alfred, dan Sepriadi.

Mereka disebut-sebut memiliki wajah seperti Warkop DKI.

Teranyar, Indro Warkop disebut menghambat karier Warkopi.

Mengenai hal ini, Indro pun angkat bicara.

Ia memberikan jawaban dalam jumpa pers virtual.

Indro Warkop menanggapi tudingan telah menghambat karier Warkopi, ungkit soal HAKI.

Dalam kesempatan tersebut, Indro mengungkapkan permintaan maafnya kepada Warkopi jika tindakannya membela nama dan hak kekayaan intelektual Warkop DKI menjadi bumerang bagi karier trio Warkopi.

“Kalau saya menghambat karier kalian, saya minta maaf,” kata Indro Warkop, dikutip dari Wartakota, Kamis (7/10/2021).

Jika tahu Warkopi ingin berkarier seperti Dono, Kasino, dan Indro, ia mengaku tak akan mendaftarkan nama Warkop DKI sebagai hak kekayaan intelektual jika mengetahui Warkopi ingin berkarier seperti Dono, Kasino, Indro.

“Kalau tahu ada orang-orang seperti mereka yang ingin berkarier (seperti Dono Kasino Indro), saya tidak akan daftarkan ke HAKI,” ujarnya.

Terlebih, ketiga sekawan tersebut bisa dijerat hukum apabila tidak segera mengganti nama Warkopi yang berkaitan dengan Warkop DKI.

“Ini sudah terjadi dan ada payung hukumnya. Aku mau anak-anak tetap sejahtera dengan usaha orang tuanya,” tutur Indro.

Kendati demikian, Indro Warkop menegaskan bahwa polemik antara Warkop DKI dan Warkopi ini terjadi bukan karena keinginannya untuk menghambat masa depan anak-anak muda tersebut berkarier di industri hiburan.

Kini, pihak Warkop DKI meminta Warkopi untuk mengganti nama mereka agar tidak lagi memakai embel-embel yang berhubungan dengan Lembaga Warkop DKI.

Sementara Indro Warkop menyarankan trio Warkopi ini untuk berkarya dengan membawa identitas mereka sendiri. Sebab, kata Indro, tidak ada peniru yang sukses seperti dikutip dari Kompas TV dengan judul Indro Warkop Jawab Tudingan Hambat Karier Warkopi.

Sebut manajemen berhubungan baik dengan Indro Warkop

Meski ada teguran yang dilayangkan lembaga Warkop DKI, Alfin mengklaim bahwa hubungan manajemennya dengan Indro baik-baik saja.

Bahkan, Alfin menyebut sudah ada komunikasi lewat manajemen dengan Indro Warkop melalui surat elektronik.

“Mungkin selama ini manajemen kami baik-baik aja ke Pakde Indro, berkomunikasi via email gitu.

Saya tidak mau menjawab lebih takutnya salah ngomong,” ungkap Alfin.

Indro Warkop DKI Sentil Warkopi

Pemuda yang mirip anggota Warkop DKI. Dari kiri ke kanan: Alfin (mirip Indro), Dimas (mirip Kasino), dan Sepriadi (mirip Dono). ()

Komedian senior Indro menyebut bahwa tiga pemuda yang menirukan sosok legenda Warkop DKI tidak memiliki etika.

Pasalnya, Sepriadi, Alfred, dan Alfin, yang dimiripkan dengan Dono, Kasino, Indro, beserta manajemennya tidak meminta izin apa pun ke pihak Warkop DKI.

Tiga pemuda yang mendirikan grup Warkopi itu juga diketahui membuat konten komersial parodi Warkop DKI.

Kendati demikian, Indro tidak akan membawa perkara Warkopi ke jalur hukum. Dia justru hanya meminta etika dari pihak manajemen.

“Banyak hal yang kita pikirkan, ketidaktahuan, dan ketidakpedulian.

Dan kadang-kadang ada pro dan kontra, ada like and dislike.

Saya enggak pengin ke hukum.

Saya ingin berbicara etika,” ucap Indro Warkop dalam konferensi pers via zoom, Senin (20/9/2021).

Indro sangat kecewa lantaran Warkopi tidak meminta izin kepada pihak Warkop DKI. Bahkan ia membandingkan dengan acara Helmi Yahya.

Menurut Indro, artis sekelas Helmy Yahya pernah meminta izin kepadanya karena menampilkan sosok yang mirip dengan Indro Warkop di televisi.

“Suatu saat dia ada yang pernah mirip saya, dipertandingkan.

Dan itu mereka minta izin saya. Saya izinin.

Saya cuma mau bilang, betapa seorang Helmi Yahya toh juga mempunyai etika,” kata Indro lagi.

Komedian 63 tahun itu mengaku tidak memiliki masalah apabila muncul sosok yang mirip dirinya maupun kedua sahabatnya, Dono dan Kasino.

Namun, kata Indro, alangkah baiknya jika mereka menjunjung etika terutama dalam hal berkarya.

“Masalahnya etika, kami mempunyai sesuatu, yang dikenal dengan nama Dono, Kasino, Indro, dan kami dilindungin undang-undang.

Kemudian mereka meniru atau mewakili atau seolah-olah Dono, Kasino, Indro itu kemudian mengekspresikan kami. Ini yang jadi masalah,” jelasnya.

Sumber: TribunMataram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *